Arsip dinamis dan arsip statis
Arsip dinamis
Terjemahan dari kata record
Merupakan dokumen yang masih digunakan untuk keperluan pengambilan keputusan
Berasal dari bahasa Belanda: dinamische archief
Record: rekor, cantuman warkat, arsip dinamis
Informasi terekam, termasuk data dalam sistem komputer yang dibuat atau diterima oleh badan korporasi atau perorangan dalam transaksi kegiatan atau melakukan tindakan sebagai bukti aktifitas tersebut
Arsip dinamis yang disimpan menunjang kegiatan sehingga disimpan sebagai bukti aktifitas tersebut
Syarat arsip dinamis
Lengkap
Cukup
Bermakna
Komprehensif
Tepat
Tidak melanggar hukum
Bentuk arsip dinamis
Kertas, microfilm atau elektronik
Dokumen atau berkas, peta, cetak biru, gambar, foto, dsb.
Data dari sistem bisnis, dokumen yang diolah dengan word processor. Spreadsheet, digital, dll
Audio dan video
Dokumen tulisan tangan
Arsip dinamis yang tidak terstruktur atau yang terstruktur misal formulir atau borang
Konsep arsip dinamis
Dokumen yang masih digunakan untuk perencanaan, pengambilan keputusan, pengawasan dan keperluan lain
Memuat informasi tentang tugas, keputusan, prosedur, pelaksanaan dan aktivitas suatu instansi, badan korporasi maupun perorangan
Harus dikelola agar bermanfaat bagi pencipta, penerima dan pemakainya
Pencipta tidak harus selalu sama dengan pemakai
Pengelolaan arsip dinamis: record management (disiplin ilmu dan fungsi organisatoris yang mengelola arsip dinamis untuk memenuhi kebutuhan bisnis, persyaratan pertanggungjawaban dan harapan komunitas)
Pentingnya arsip dinamis:
Badan korporasi/ perorangan perlu mengandalkan akses yang efisien terhadap informasi yang benar.
Manajemen arsip dinamis memerlukan arsip yang tepat untuk keperluan:
1. Membantu pengambilan keputusan
2. Sarana umum
3. Sebagai bukti kebjikan dan aktivitas
4. Menunjang litigasi
Kegunaan arsip dinamis
Merupakan memori badan korporasi
Pengambilan keputusan manajemen
Menunjang litigasi
Mengurangi biaya dan volume penggunaan kertas
Efisiensi badan korporasi
Ketentuan hukum
Rujukan historis
Badan korporasi memiliki tanggung jawab hukum, profesional dan etis untuk menciptakan arsip dinamis tertentu: juga harus mempertahankan arsip dinamis tertentu untuk masa tertentu
Badan korporasi perlu mengontrol volume informasi yang diciptakan dan disimpan
Sistem tata arsip dinamis
Personil yang relevan (staf manajemen arsip dinamis dan pemakainya)
Garis haluan, prosedur dan praktek tata arsip dinamis
Dokumentasi yang mencatat garis haluan, prosedur dan praktek tersebut termasuk pedoman dan panduan prosedur
Arsip dinamis itu sendiri
Sistem arsip dinamis dan informasi yang mengontrol arsip dinamis
Perangkat lunak, perangkat keras dan perlengkapan lain serta alat tulis kantor
Siklus hidup dokumen
Penciptaan dan penerimaan (korespondensi, formulir, laporan, gambar, salinan, dll)
Penyebaran internal dan eksternal
Penggunaan (untuk pengambilan keputusan, dokuemntasi, respon, rujukan, persyratan hukum)
Peyimpanan berkas, temu kembali, transfer
Penempatan, peyimpanan, pemusnahanà arsip dinamis yang bisa menghasilkan informasi baru yang dituangkan dalam arsip dinamis
Jenis-jenis arsip dinamis
1. Menurut subyeknya/ isi:
Arsip keuanganà arsip yang berhubungan dengan masalah keuangan: laporan keuangan, Surat Perintah Pembayaran (SPM), daftar gaji, Surat Pertanggungjawaban (SPj)
Arsip kepegawaianà arsip yang berhubungan dengan masalah kepegawaian, misal: daftar riwayat hidup pegawai, surat lamaran, absensi pegawai
Arsip pemasaranà arsip-arsip yang berhubungan dengan masalah-masalah pemasaran: surat penawaran, surat pesanan, daftar harga barang
Arsip pendidikanàarsip yang berkaitan dengan masalah pendidikan: SAP, daftar hadir mahasiswa, jadwal kuliah
2. Menurut sifat kepentingannya à menurut Milton Reitzfeld ada 7 nilai arsip:
Nilai kegunaan arsip
Nilai kegunaan hukum
Nilai kegunaan keuangan
Nilai kegunaan policy (kebijakan)
Nilai kegunaan pelaksanaan kegiatan
Nilai kegunaan sejarah
Nilai kegunaan penelitian
Menurut The Liang Gie: ALFREDà
1. Nilai administrasi (administrative value)
2. Nilai hukum (legal value)
3. Nilai keuangan (fiscal value)
4. Nilai penelitian (research value)
5. Nilai pendidikan (educational value)
6. Nilai dokumentasi (documentary value)
3. Dari segi keseringan penggunaan:
Arsip dinamis aktifàdigunakan secara ajeg, digunakan sedikitnya 10 kali dalam 1 tahun, misal berkas pegawai yang masih bekerja
Arsip dinamis inaktif: digunakan kurang dari 10 kali setahun, termasuk disini: arsip dinamis jangka panjang(memiliki nilai berkesinambungan dan disimpan untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan jadwal retensi) dan arsip dinamis semiaktif (digunakan 1X sebulan). Contoh: berkas pegawai yang sudah diberhentikan
Arsip dinamis jangka panjangà merekam sejarah, kebijakan dan prosedur lembaga, dll: bisa arsip dinamis aktif bisa inaktif
Arsip dinamis temporerà tidak memiliki nilai berkesinambungan. Disebut juga arsip dinamis transisi, misal: jawaban surat-surat yang masuk, memo untuk aktivitas jangka pendek
5. Menurut fungsinya:
1. Arsip dinamisà arsip yg masih digunakan secara langsung dalam kegiatan perkantoran sehari-hari. Dari segi fungsi:
1. arsip aktifà sering digunakan
2. arsip semi aktifà frekuensi penggunaan berkurang
3. arsip inaktifà jarang digunakan
2. Arsip statis
6. Menurut tingkat penyimpanan dan pemeliharaannya:
1. Arsip Nasional di ibukota àarsip nasional pusat
2. Arsip nasional di tingkat propinsià arsip nasional daerah
Bisa juga dari segi penyimpanan dibagi menjadi:
1. Arsip sentralà arsip dipusatkan penyimpanannya, gabungan dari berbagai unit arsip
2. Arsip unit àarsip yang disimpan di setiap bagian atau setiap unit dalam suatu organisasi
7. Menurut keasliannya
1. Arsip asli
2. Arsip tembusan
3. Arsip salinan
4. Arsip berupa petikan
Kategori arsip dinamis lain
Arsip dinamis administratif: dokumen prosedur, formulir atau borang dan korespondensi, misal: pedoman staf, pembukuan perjalanan, roster, dll
Arsip dinamis akuntansi meliputi laporan, formulir dan korespendonsi terkait, misal: tagihan, rekening bank, laporan penagihan bank
Arsip dinamis proyek: korespondensi, nota, dokumentasi pengembangan produk, dll
Berkas kasus meliputi arsip dinamis nasabah, asuransi, kontrak dan berkas tuntutan hukum
Arsip dinamis vital:arsip dinamis yang penting bagi operasional badan korporasi, misal: daftar inventaris, kontrak
Arsip dinamis copy: copy atau salinan resmi yang disimpan untuk keperluan hukum, operasional dan historis
Arsip dinamis non copy: arsip dinamis yang tidak dinyatakan berada dalam ruang lingkup arsip dinamis resmi, misal: copy dokumen yang disimpan di beberapa tempat
Arsip statis
Dokumen yang disimpan permanen karena alasan historis, administratif, hukum dan ilmu pengetahuan namun tidak dugunakan dalam kegiatan sehari-hari
Archive: arsip statis OR arsip
Menurut UU no. 7 Th 1971 tentang Ketentuan-ketentuan pokok kearsipan:
Arsip yang tidak digunakan secara langsung untuk perencanaan, peyelenggaraan kehidupan kebangasaan pada umumnya dan untuk peyelenggaraan sehari-hari administrasi Negara
Ruang Lingkup
Disebut juga: archive atau permanent record
Arsip abadi (archive): memuat warkat-warkat vital yang akan disimpan selama-lamanya SO arsip ini mempunyai taraf nilai yang abadi
Tidak lagi berada di setiap organisasi penghasil arsip BUT di arsip nasional
Menurut nilai kepentingannya,
arsip vital: arsip permanent, yaitu yang mempunyai nilai histories, ilmiah atau mempunyai kegunaan yang sangat penting dan bersifat langgeng. Arsip ini harus ada dalam bentuk aslinya dan tidak dapat diganti dengan yang lain seandainya arsip aslinya hilang.
arsip penting
arsip biasa
arsip tidak penting
Golongan arsip Waktu Penyimpanan
Arsip vital Permanen
Arsip Penting 3 – 7 tahun
Arsip biasa 2 – 3 tahun
Arsip tidak penting 1 tahun
Fungsi arsip statis
1. Sebagai memori perusahaan atau perorangan
2. Untuk pembuktian
3. Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan
4. Sebagai sumber penelitian, khususnya sejarah
5. Kepentingan pendidikan
6. Untuk keselamatan manusia
7. Kepentingan politik dan keamanan
8. Menelusur silsilah: misal kekancingan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar