Kamis, 21 Juni 2012

Perpustakaan Khusus


Konsep Dasar Perpustakaan Khusus
Perpustakaan à berkembang pesat dari waktu ke waktu menyesuaikan dengan:
  1. Perkembangan pola kehidupan masyarakat
  2. Kebutuhan pengetahuan, dan
  3. Teknologi informasi
o   Dilihat dari perkembangan teknologi informasinya, perpustakaan berkembang dari konvensional, hybrid, digital hingga perpustakaan “virtual”.
o   Kemudian dilihat dari pola kehidupan masyarakat, perpustakaan berkembang mulai perpustakaan desa, perpustakaan masjid, perpustakaan pribadi, perpustakaan keliling, dan sebagainya.
o   Kemudian juga dilihat dari perkembangan kebutuhan dan pengetahuan sekarang ini banyak bermunculan istilah perpustakaan umum, perpustakaan khusus, perpustakaan anak-anak, perpustakaan sekolah, perpustakaan akademik (perguruan tinggi), perpustakaan perusahaan, dan lain sebagainya.
Dari sekian banyak istilah dan jenis perpustakaan tersebut :
Ø  berdasarkan sifat dan golongan besar perpustakaan secara umum terbagi dalam sebuah bentuk perpustakaan khusus dan perpustakaan umum
Ø  Dari kedua perpustakaan tersebut berkembang istilah lain yang disesuaikan dengan cara pengelolaan, pengguna, tujuan, teknologi yang digunakan, pengetahuan yang dikemas, serta tujuan perpustakaan didirikan.

Perpustakaan khusus
Ø  perpustakaan yang didirikan untuk mendukung visi dan misi lembaga-lembaga khusus dan berfungsi sebagai pusat informasi khusus terutama berhubungan dengan penelitian dan pengembangan
Ø  Biasanya perpustakaan ini berada di bawah badan, institusi, lembaga atau organisasi bisnis, industri, ilmiah, pemerintah, dan pendidikan misal perguruan tinggi, perusahaan, departemen, asosiasi profesi, instansi pemerintah dan lain sebagainya.
Ø  Perpustakaan khusus biasanya juga mempunyai karakteristik khusus apabila dilihat dari fungsi, subyek yang ditangani, koleksi yang dikelola, pemakai yang dilayani, dan kedudukannya.

Pustakawan Perpustakaan Khusus
Pustakawan = Sumber daya manusia yang memiliki keahlian untuk mengelola dan menyediakan akses ke berbagai macam sumber-sumber informasi sesuai dengan perkembangan teknologi Yang ada .
Pustakawan khusus = pekerja informasi yang dinamis dan berorientasi pada perubahan
Kompetensi pustakawan khusus mencakup pengetahuan dalam bidang sumber-sumber informasi, akses, teknologi, manajemen, serta kemampuan untuk menggunakan pengetahuan tersebut sebagai dasar untuk menyediakan layanan informasi yang berkualitas tinggi (Abels 2003:2)
kompetensi personal pustakawan khusus:
  1. Komitmen untuk menyediakan layanan prima
  2. Mampu menghadapi tantangan dan melihat kesempatan baik dari dalam dan luar perpustakaan
  3. Komitmen berjejaring dan beraliansi
  4. Mampu bekerjasama dalam tim dan memiliki kemampuan memimpin
  5. Berfikir secara kreatif dan inovatif
  6. Berkomitmen untuk menerapkan pembelajaran sepanjang hayat
Kompetensi profesional pustakawan khusus
  1. Kemampuan mengelola sumber daya informasi
  2. Kemampuan mengelola layanan informasi
  3. Kemampuan menggunakan teknologi informasi
Kompetensi inti pustakawan khusus
  1. Berkontribusi di dunia kepustakawanan dengan berbagi “best practices” dan pengalaman, serta memiliki kemauan untuk terus belajar tentang produk-produk informasi, layanan informasi, dan praktik-praktik manajemen yang dapat diterapkan di perpustakaan.
  2. Berkomitmen pada kesempurnaan profesi dan etika, dan juga pada nilai-nilai prinsip-prinsip utama profesi kepustakawanan.



Manajemen Perpustakaan Khusus
Manajemen à suatu proses atau kerangka kerja yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang ke arah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata (G.R. Terry)
Didirikan untuk mendukung visi dan misi lembaga-lembaga khusus dan berfungsi sebagai pusat informasi khusus terutama berhubungan dengan penelitian dan pengembangan           diperlukan pengelolaan (manajemen)
Unsur-Unsur Pengelolaan Perpustakaan Khusus
1.      Koleksi
Difokuskan pada koleksi muktahir di dalam subyek yang menjadi tujuan perpustakaan tersebut atau untuk mendukung kegiatan badan induknya.
Koleksi suatu perpustakaan khusus tidak terletak dalam banyaknya jumlah bahan pustaka atau jenis terbitan lainnya melainkan ditekankan kepada kualitas koleksinya
2.      SDM
Penanganan perpustakaan khusus memerlukan seorang “ahli” dalam bidang/subyek yang ditangani. Hal ini akan mempermudah perpustakaan dalam memberikan apa yang menjadi tuntutan dan kebutuhan pemakainya. Untuk itu biasanya dalam perpustakaan khusus ini dibutuhkan seorang pustakawan yang mengerti dan paham akan bidang kerja/bidang yang ditangani oleh lembaga induknya. 
3.      Pengolahan
Proses pengolahan dalam perpustakaan khusus pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan perpustakaan pada umumnya. Hanya biasanya dalam proses pengolahan dituntut untuk lebih memberhatikan kecepatan dalam temu kembali informasi dan penyajian. Sehingga terkadang dalam klasifikasi contohnya disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter perpustakaan tersebut
4.      Pengguna
Perpustakaan khusus dalam pemilihan dan setting pengelolaan sangat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik penggunanya. Hubungan antara pengguna dan pengelola perpustakaan sangat erat terutama apabila dihubungkan dengan pemenuhan kebutuhan dan pengembangan perpustakaan itu sendiri.
5.      Layanan
Layanan perpustakaan khusus harus dapat memberikan nilai lebih kepada pengguna dan organisasi/badan induk yang membawahinya. Untuk itu pengelola perpustakaan perlu selalu memberikan alternatif-alternatif dalam penyampaian informasi kepada penggunanya. Aspek layanan menjadi penting untuk diperhatikan dikarenakan tuntutan kebutuhan penyajian informasi yang cepat, tepat dan terbaru selalu ada
Faktor-Faktor Pendukung Lainnya : Teknologi Informasi, Jaringan Kerjasama , Pemasaran/promosi

PUSTAKA
  PUSTAKA merupakan perpustakaan pertanian dan biologi tertua di Indonesia  à didirikan Mei 1842
  Pada awalnya, PUSTAKA merupakan bagian dari Kebun Raya Bogor yang memiliki fungsi menyediakan literatur bidang botani untuk para peneliti tamu yang melakukan penyelidikan botani daerah tropis. Pada tahun 1850, secara resmi menjadi sebuah perpustakaan dengan nama Bibliotheek‘s Land Plantentuin te Buitenzorg.
  PUSTAKA telah mengalami beberapa kali perubahan tugas, fungsi dan nama. Pada bulan Maret 2000, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian nomor 160/2000 nama PUSTAKA menjadi Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian
Fungsi
  Perumusan program perpustakaan dan penyebaran informasi ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian;
  Pengelolaan sumber daya perpustakaan dan pengembangan aplikasi teknologi informasi;
  Pembinaan sumberdaya perpustakaan di lingkungan Departemen Pertanian;
  Pengelolaan dan pembinaan publikasi hasil penelitian dan pengembangan lintas komoditas pertanian;
  Penyebaran informasi teknologi dan hasil-hasil penelitian pertanian melalui pengembangan jaringan informasi dan promosi inovasi pertanian;
  Pengelolaan sarana instrumentasi teknologi informasi dan bahan pustaka.

Koleksi
Koleksi PUSTAKA mulai dihimpun sejak tahun 1842.
Pengadaan bahan pustaka dilakukan dengan:
  1. Pembelian (termasuk langganan) dan penukaran.
  2. Hibah/hadiah bahan pustaka dari badan-badan atau yayasan internasional
Layanan
  Layanan Sirkulasi
  Layanan Rujukan à terdiri dari kamus, handbook, data statistik, direktori, ensiklopedia, bibliografi, biografi, buku tahunan, indeks dan abstrak
  Layanan Informasi Terbaru à kumpulan daftar isi terbaru dari jurnal-jurnal ilmiah yang tersedia di PUSTAKA
  Layanan Penulusuran Informasi à ditujukan bagi pengguna yang tidak dapat langsung mengunjungi PUSTAKA. Permintaan dapat disampaikan melalui telepon, faksimil, surat elektronik maupun surat biasa

PDII LIPI
1 Juni 1965 à PDIN LIPI
PDII LIPI à 13 januari 1986 dibawah Deputi Ketua LIPI bidang Pembinaan Sarana Ilmiah                    
Tugas PDII LIPI:
Melaksanakan pembinaan dan pemberian jasa dokumentasi dan informasi ilmiah sesuai dengan kebijaksanaan yang telah ditetapkan oleh ketua LIPI
Sasaran PDII LIPI : Peneliti dan Masyarakat yang ingin mencari referensi penelitian.
Fungsi PDII LIPI:
  1. Memberikan jasa di bidang dokumentasi dan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi
  2. Memberikan jasa kepustakaan. Mengumpulkan hasil terbitan ilmiah Indonesia
  3. Membina pangkalan data bibliografi ilmiah nasional
  4. Membina sistem jaringan kerjasama prasarana dokumentasi dan informasi ilmiah
Pusat dokumentasi :
  1. Perpustakaan
  2. Dokumentasi à melakukan pendokumentasian
  3. Training à penulisan ilmiah, penerbitan dan pengelolaan jurnal, pengelolaan bahan pustaka
  4. Penggandaan dokumen
  5. Penelusuran informasi
  6. Akreditasi jurnal/majalah ilmiah
  7. Layanan ISSN à ISSN national centre
Kedudukan: Berada di bawah LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) bidang pembinaan sarana ilmiah
Cakupan Subjek: Informasi Ilmiah (hasil penelitian) bidang ilmu pengetahuan dan teknologi
Koleksi: Buku, majalah, disertasi, laporan penelitian, indeks, dan bilbilografi informasi ilmiah
Pengguna : Peneliti dan masyarakat yang ingin mencari referensi penelitian
Fungsi: memberikan pelayanan jasa di bidang dokumentasi dan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar