Rabu, 02 Januari 2013

Pendidikan Pemakai



Pendidikan pemakai
Pengertian
       Hugh Flemming
      berbagai jenis program tentang pengarahan, pendidikan, dan eksplorasi yang disediakan perpustakaan kepada pengguna untuk menjadikan mereka lebih efektif, efisien, dan mandiri dalam penggunaan sumber-seumber informasi serta pemberdayaannya dan pelayanan informasi yang telah disediakan oleh perpustakaan untuk diakses oleh para pengguna.
       Akhmad Maskuri
      suatu proses di mana pemakai perpustakaan pertama-tama disadarkan oleh luasnya dan jumlah sumber-sumber perpustakaan, jasa layanan, dan sumber informasi yang tersedia bagi pemakai, dan kedua diajarkan bagaimana menggunakan sumber perpustakaan, jasa layanan, dan sumber informasi tersebut yang tujuannya untuk mengenalkan keberadaan perpustakaan, menjelaskan mekanisme penelusuran informasi serta mengajarkan pemakai bagaimana mengeksploitasi sumber daya yang tersedia

Perlukah pendidikan pemakai?
       James Rice
      Banyak pemakai yg mencari info sangat tdk efektif n efisien.
      Kemampuan untuk menemukan info sama pentingnya dgn info itu sendiri.
      Siswa yg diberi ketrampilan mnggunakan perpust dtingkat sekolah maka mrk akan lbh berhasil dtingkat PT
       Nancy Fjallbrant & Ian Malley
      Pend pemakai penting u/ mberi bekal pend seumur hidup, mpersiapkan siswa dlm mlanjutkan pendidikan formal
      Ledakan info membuat org stress krn tdk diimbangi dgn kemampuan u/ terus belajar
      Mendorong siswa u/ berfikir logis, kreatif, kritis dlm disipin ilmunya.
      Pertumbuhan program interdisipliner


SEJARAH PENDIDIKAN PEMAKAI
Instruction Lectures
       Th 1820 ada ceramah pustakawan kpd mhs di Hardvard university.
       Mengajarkan perpustakaan u/ tujuan akademik -àinstruction lectures
       Akhir tahun 1800 diadakan kursus terpisah o/ Ray Davis di University of Michigan, Azarya Root pada Oberlin College.
       Mengajarkan pengajaran penggunaan bahan untuk penelitian.
       Bbrp tahun kmdn 17 lembaga mengabdosi 2 sistem ini.
       Tahun 1900, 6 lembaga tdk lg mnjalankan program ini.
       Tahun 1903, 3 lembaga tdk lg menjalankan program ini.
       Program ini tdk berjalan lama -+ 15 th, penyebabnya a/ perubahan sosial dan perkembangan teknologi u/ pendidikan (blm ada literatur yg mnceritakan scr detail).

Library Instruction
       Awal th 1900 o/ William Warner dan William Frederick Poole.
       Mrk ingin mhs mandiri shg memperjelas fungsi dr perpustakaan universitas.
       Mengajarkan keterampilan dasar untuk mahasiswa tahun pertamaà ke instruksi dalam prosedur akses.
       Dangkalnya materi menjadikan program ini bny mendptkan kritik di akhir tahun 1920.
       Jesse Shera menyarankan pustakawan tdk hny mengajarkan materi di kelas.
       Patricia Knapp memperkenalkan konsep, berkembang di 1960-an dan 1970-an terfokus pada keterampilan akses dan alat-alat bibliografi.
       1973 didirikan library orientation exchange.
       Konferensi pertama di Eastern Michigan pada th 1973 dan telah diselenggarakan setiap tahun seluruh Amerika Serikat.
       Th 1973, lembaga ini memberikan dana hibah kpd 36 lembaga u/ mengeksplorasi cara-cara inovatif untuk meningkatkan peran perpustakaan dalam proses pendidikan.
       Bergeser dari keterampilan mengajar ke applying consep.
       Konsep ini bny dianut dan terus di eksplorasi.
       Eks. pendekatan strategi pencarian àmenyediakan konseptual kerangka kerja untuk mengajar metopen kpd mahasiswa.
       Bentuk seperti pengaturan kelas formal, sesi kelompok kecil, satu-satu pertemuan, panduan tertulis dan brosur, presentasi audiovisual, dan komputer-dibantu instruksi
       Perlu kebijakan2 dlm pelaksanaannya.
       Ex. Kapan dilaksanakan, siapa yg menerima, bentuk, dll.

Relevansinya dgn literasi informasi?
       Literasi info: adalah kemampuan u/ mengidentifikasi:
       informasi apa yang dibutuhkan,
      memahami bagaimana informasi yang terorganisir,
      mengidentifikasi sumber-sumber informasi terbaik untuk kebutuhan tertentu,
      mencari sumber-sumber,
      mengevaluasi sumber-sumber kritis, dan berbagi informasi.
       Materi Library Instruction menjadi berfariasi.
       Bentuk, metode menjadi berfariasi.


TUJUAN PENDIDIKAN PEMAKAI
Pendahuluan
       u/ membuat rencana pendidikan pemakai perlu ditentukan tujuan utama dan tujuan khusus, materi, waktu, metode, dan media yg digunakan.
       Tujuannya biasanya msh umum:
      memotivasi pengguna potensial u/ menggunakan perpustakaan
      Membangkitkan minat terhadap penelitian
      mempromosikan membaca sebagai suatu kegiatan
      mendukung kurikulum suatu lembaga
      meningkatkan citra perpustakaan dan pustakawan
      Dll.
       Tujuan/sasaran dpt dibagi menjadi 3: kognitif, affektif, dan psikomotorik.
       Dalam pendidikan pengguna perpustakaan, tujuan dapat ditemukan terutama di ranah kognitif dan afektif.
KOGNITIF
       Ketrampilan informasi/intelektual
       Tujuannya:
      pengetahuan/pemahaman fakta/konsep
      Penerapan fakta/konsep dlm situasi yg baru
      Analisis situasi, sintesis model baru,
      Evaluasi fakta ide
       Contoh:
      Siswa menggunakan OPAC untuk menentukan apakah sebuah buku dimiliki oleh perpustakaan.
      Mahasiswa mampu menjelaskan strategi pencarian yang potensial untuk menjawab pertanyaan tertentu.
      Siswa mampu mengevaluasi kelayakan seperangkat sumber-sumber referensi suatu topik
Affektif
       Inspirasi/sikap
       Tujuannya:
      Kesadaran sederhana dari suatu masalah
      Kesediaan untuk mematuhi permintaan
      Analisis dan pembentukan sistem nilai pribadi yg berkaitan dgn suatu masalah
       Contoh
      Siswa mematuhi aturan arsip pada perawatan material.
      Siswa menggunakan strategi pencarian yang efisien setiap kali meneliti topik
      Siswa mengidentifikasi pustakawan sebagai sumber kemungkinan bantuan informasi
Psikomotor
       Ketrampilan fisik
       Tujuannya:
      Berhubungan dgn lingkungan
       Contoh:
      Mahasiswa dpt mengoperasikan peralatan di perpustakaan


PERENCANAAN PENDIDIKAN PEMAKAI
Tahapan-tahapan
1. Menentukan tujuan
2. Profil user
3. Memilih sumber daya
4. Mengembangkan strategi dan teknik
5. Pelaksanaan pengajaran
6. evaluasi
7. Feed back

Tujuan
       Setiap program pendidikan pemakai hrs menetapkan tujuannya lebih dahulu.
       Diidentifikasi dan disetujui oleh semua pustakawan yg tergabung dlm tim pend pemakai.
       Tujuan hrs mewakili apa yg kita harapkan dari pelaksanaan pend pemakai.
       Tujuan dibagi 3: tujuan kognitif, affektif, n psikomotorik.
       Agar tujuan tersebut dpt diukur maka perlu dibuat kriteria. Ex. Sbrp persen materi dpt diterima, kegiatan2 yg hrs diselesaikan o/ user.
Profil User
       Ketrampilan apa yg dimilki user.
       Jgn smp kita memberikan sesuatu yg mrk sdh tahu krn kita akan diperhatikan/diremehkan.
       Cari tahu apa yg dibutuhkan user
       Bs dgn serangkaian pertanyaan sblm melakukan program pendidikan pemakai.
       Diharapkan memakai sistem yg bagus shg kita tahu apa yg mrk perlukan dan apa yg g mrk perlukan.
Memilih sumber daya
       Bahan-bahan apa yg dibutuhkan?
       Siapkan bahan yg dibutuhkan.
       Memilih persedian bahan yg memadai.
Mengembangkan strategi dan teknik
       u/ bs mengembangkan strategi dan teknik ini diperlukan pengumpulan informasi.
       Dimana kegiatan akan berlangsung?
       Waktu kapan yg tepat?
       Tekniknya?
      Ceramah, brosur, video, pendampingan, pemecahan masalah, latihan.
Pelaksanaan pengajaran
       Pelaksanaan pengajaran mrpkn teknik penyampaian materi sesuai dgn penetapan tujuan.
       Jk tujuannya lbh besar pd perilaku maka pengajaran lbh menekanka pd ketrampilan drpd pemahaman konseptual. Lbh bny memberikan contoh, cara akses, memanfaatkan perpus.
       Gunakan cara yg paling nyaman.
       Buat skenario (urutan kejadian)
       Gunakan gaya sendiri.
Evaluasi
       Peserta
      Penilaian user
      Refleksi
      Praktik
       Program
      Feedback
      Refleksi
      kuesioner
Feedback
       Setiap program pend pemakai hrs pny prosedur revisi.
       Proses evaluasi menghasilkan info kualitas program. àapakah tujuan tercapai?
       Jk tujuan tdk tercapai mk perlu mengubah tujuan pend pemakai, program pend pemakai (dimulai lg dr perencanaan)


MODEL PENDIDIKAN PEMAKAI
Library Orientation
       Tujuannya a/ mengenalkan pengguna akan keberadaan perpustakaan dan layanan apa saja yang tersedia di perpustakaan.
       penjabarannya:
      Mengetahui fasilitas yang tersedia di perpustakaan
      Mengetahui kewajiban yang harus dipenuhi
      Mengetahui tata letak gedung, ruang koleksi serta layanan yang tersedia.
      Mengerti tata cara menggunakan catalog, computer dan media teknologi lain.
      Mampu memanfaatkan perpustakaan secara maksimal dengan efektif dan efisien.
      Mampu menemukan koleksi yang dibutuhkan dengan cepat dan tepat.
      Dapat menggunakan sumber-sumber penelusuran referensi, baik secara tradisional maupun media elektronik yang ada.
      Termotivasi senang belajar di perpustakaan.
Masalah dlm library orientasi
       Pustakawan yg dpt melakukan presentasi àkurang sdm, kualitas sdm
       Kemampuan mengajar (memadu kehangatan, kemampuan, pengetahuan)
       Standarisasi content
       Penanganan kel besar tanpa mngganggu layanan
       Mnghadapi audiens yg bermacam2, ex melawan, apatis, cemas, gangguan.
Solusi
       Komunikasi yg frendly dan informal
       Berbicara berlahan dan sensitif thd audiensàbingung, g mmperhatikan, dll.
       Ketika mbahas materi2 ttt usahakan mbawa alat peraga (buku, kartu, dll).
       Dilakuka praktek
       Membuat tour yg singkat tp padat
Library instruction
       pemakai dapat memperoleh informasi yg diperlukan dengan tujuan tertentu dgn menggunakan semua sumber daya dan bahan yang tersedia di perpustakaan.
       Penjabarannya:
      Mampu memanfaatkan perpustakaan secara efektif dan efisien
      Mempunyai rasa percaya diri yang tinggi dalam penemuan informasi yang mereka butuhkan
      Mampu menelusur informasi melalui sarana-sarana penelusuran informasi yang ada
      Memahami penelusuran bibliografi baik secara manual (catalog) maupun dengan media teknologi (computer, CD ROM dsb)
       Biasanya berkaitan dgn temu kembali informasi
       Bs diajarkan o/ pustakawan, dosen dr fakultas atau gabungan dr keduanya.
       Biasanya dilakukan dlm bentuk diskusi, demonstrasiàberpusat pd pengajar.
       Dapat dilakukan di perpustakaan, kelas, atau keduanya.
Bibliografi instruction
       proses mengajar tingkat yang lebih canggih dan maju dari pencarian literatur.
       Tdk hanya mengajarkan penggunaan alat-alat, ia mencoba untuk memberikan pendekatan yang komprehensif untuk metodologi penelitian melalui perpustakaan.
       Pengguna pny peran dalam bibliografi intruction
       Memerlukan waktu yg lama.
Program yg komprehensif akan mncakup:
       Pengenalan perpus (staff, denah)
       Pengetahuan ttng sumber daya perpustakaan dan layanan.
       Penggunaan sumber daya referensi
       Strategi pencarian info
       Penggunaan info trmasuk mmutuskan info yg relevan, mnyusun daftar pustaka, hak cipta, dll.


STRATEGI DAN TEKNIK PENDIDIKAN PEMAKAI
Orientasi Perpustakaan
       Kesalahan yg seringà presentasi d kelas tdk bs dgunakan sbg satu2nya cara.
       Tdk akan berhasil hny dgn rekaman video, slide, atau perangkat lain yg disajikan jauh dr perpus.
       Kenapa?
       Kemungkinan user gagal dlm praktek
       User merasa tdk nyaman ketika menggunakan perpus scr nyata
       Pengalaman/mengalami langsung sangat diperlukan dlm orientasi.
       Shg dperlukan paling tdk 2 strategi.
       Sesi pertama bs dlakukan dng pemutaran film, pertunjukan, video, ato presentasi.
       Sesi kedua dgn tour
       Kelas dpecah menjadi kelompok kecil
       Kelompok tdk boleh lbh dr 15 org
       Semakin kecil jmh org dlm kelompok smakin baik.
       Tujuannya memperkenalkan perpus scr nyata
       Tour dibuat ramah, informal,
       Tour dbuat dialog/bny pertanyaan
Instruksi Perpustakaan
       Cara yg sering dgunakan a/ presentasi, diskusi, demonstrasi.
       Model ini akan efektif jika disertai dgn praktek penggunaannya.
       Ex memberi sesi latihan setelah presentasi.
      Berisi daftar pertanyaan yg hrs djwb dgn mnggunakan bahan d perpus
      User mendiskusikan pengalamannya dlm mnyelesaikan tugas tsb.
       Dlm model ini kelas dbuat sekecil mngkn (tdk lebih dr 15 org), shg:
      User konsentrasi dan serius
      Fasilitator bs paham kebutuhan user
Cara penggunaan alat/fasilitas
       Memberikan insruksi cara penggunaan alat/fasilitas yg ada d perpus
       Keuntungan:
      Membuat user nyaman krn sesuai dgn kebutuhannya
      User  fokus hny pd satu kegiatan
      Menampung aspirasi user yg enggan bertanya ttng cara mnggunakan alat ttt.
      Materinya mudah
Belajar Paket
       Subjek ditentukan dgn mmantau pertanyaan2 yg sering dilontarkan dlm kurun 2 th trakhir.
       Setiap paket mnyediakan tujuan, kegiatan, latihan, evaluasi.
Instruksi Bibliografi
       Berkonsentrasi pd subjek ttt.
       Semua strategi yg sdh dsampaikan sblmnya dpertimbngkan sbg alternatif pengembangan instruksi bibliografis.
       Fasilitator bs dr pustakawan, dosen/guru atau gabungan.
       Bs dgn menggunakan proyek tugas akhir pesertaàmbuat pathfinders, shg siswa pny cecklist u/ TA.
       Konsultasi Penelitianàanalisa subjek, gaya bibliografi, dll.
       Bekerja d perpus utamanya d bagian referensi shg mrk bs praktek lngsung.
       Tujuan utama dr instruksi bibliografis a/ user bs sepenuhnya mandiri dlm mnggunakan setiap perpus.
Secara UMUM TEKNIK PENYAMPAIAN MATERI
       Handout
       Buku panduan
       AV
       Film
       Brosur
       Pathfinders
       Dll.


MATERI PENDIDIKAN PEMAKAI
PERLU DIINGAT
       Kita tdk mngajarkan ilmu perpus kpd user!!!
(shg materinya sesuai dgn kbutuhan user sj)
       Setiap judul, istilah perlu diteliti nilai/makna bg user.
(mngkn mrk masih bingung dgn istilah biografi dan bibliografi– majalah dan jurnal)

Saran dalam pembuatan materi
       Buatlah sesingkat mungkin
       Buatlah sejelas mungkin
       Buatlah sekreatif mungkin
       Buatlah sesederhana mungkin (step by step)
Langkah membuat rekaman
       Buat script berdasarkan tujuan
       Ada tim yg mengevaluasi script (dsarankan mrk bertindak sbg user)
       Singkat (hindari hal2 yg g perlu)
       Siapkan bahan2 yg akan dgunakan dlm tour (tdk mbuat script yg pny akses bahan yg sedikit)
       Tambahkan musik, model yg cantik, dll (dbuat agar nyaman bkn malah mengganggu)
       Video u/ pendidikan pemakai jgn lebih dr 30 menit. (selain agar tdk bosan sekaligus krn alasan dgabungkan dgn presentasi)
       Materi tdk hrs formal bs dgn cerita....
Pamflet
       Dirancang u/ memberi petunjuk praktis, shg isinya, ex:
      Bgm cara menemukan koleksi
      Jenis koleksi
      Kebijakan perpust, dll
      Pamflet ini bs disandingkan dgn presentasi dlm bentuk slide/ppt.
Presentasi
       Buatlah subjek yg membuat user antusias u/ mngikutinya
       Buatlah singkat (lbh dari 1 jam biasanya membosankan)
       Berikan contoh-contoh
       Tunjukkan karakteristik yg menarik, kelemahan dari alat2
       Lakukan demontrasi
       Buatlah dialog (dgn pertanyaan dr kedua belah pihak)

EVALUASI PENDIDIKAN PEMAKAI
       Evaluasi u/ pengumpulan info ttng dampak pendidikan pemakai di perpustakaan.
       Evaluasi u/ mngetahui apakah pendidikan pemakai mengakibatkan peningkatan, penggunaan yang lebih efisien bg perpustakaan?
        Tujuan evaluasi a/ mengumpulkan n menganalisis info u/ pengambilan keputusan rasional.
Keputusan apa?
       Apakah akan melanjutkan atau menghentikan program studi tertentu.
       Modifikasi yang diperlukan untuk program yang ada.
       Penggunaan berbagai metode mengajar untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
       Adopsi inovasi
Evaluasi Psikometri
       Berkembang dari disiplin psikologi
       Periode akhir XIX dan awal XX.
       Periode ini melihat perkembangan fenomena test, puncaknya pd periode 1920-1930.
       Pengukuran kepribadian, sikap, dan keyakinan, dan prestasi akademik.
       Menganggap tes menyediakan informasi obyektif yg dpt digunakan dlm menilai efisiensi program pendidikan
       Contoh tes IQ, tes kepribadian
       Pra-tes dan pasca-tes yang diberikan kepada kelompok.
       Ada standard u/ mncocokkan hasil test
       Hasil pra dan pasca-tes dicocokkan dgn standar.
       Membandingkan hasil pra dan pasca-test
Evaluasi Sosiologis
       Dikembangkan dari disiplin sosiologi industri.
       Metode ini digunakan dlm studi perubahan dalam struktur organisasi atau peran dari para peserta dalam program pendidikan
       u/ mngetahui apakah program ini berjalan dengan baik atau tdk?
       Jenis evaluasi ini memanfaatkan suatu wawancara kuesioner.
       Perhatian difokuskan pada perubahan organisasi, bukan pada perbandingan dengan kelompok kontrol.
Evaluasi responsif
       Menekankan observasi partisipan dan wawancara sebagai sarana untuk memperoleh info.
        Tidak dibatasi oleh perumusan tujuan awal, namun memungkinkan untuk ekspresi hasil yang tidak diharapkan
       Kuesioner dan nilai prestasi dapat digunakan, tetapi mereka jarang diberi prioritas tinggi.
Pelaksanaan Evaluasi
       Evaluasi formatif: dilakukan selama pengembangan program studi berlangsung shg memberikan info yg  dpt digunakan untuk memodifikasi proses pendidikan.
       Evaluasi sumatif: berkaitan dengan evaluasi program pendidikan sebagai produk akhir.
       Evaluasi sumatif dpt digunakan u/ memberikan info tentang nilai keseluruhan dari program tertentu, untuk membantu mengambil keputusan apakah program dilanjutkan/tdk.
       Bagian-bagian tertentu dari informasi ini dapat dikumpulkan melalui tes, tetapi informasi lainnya harus dikumpulkan melalui observasi.
Kesimpulan
       Pengamatan rinci dan diskusi memberikan informasi yg bny tetapi memakan waktu dan biaya.
       Metode evaluasi yg dipilih tergantung pada tujuan penelitian dan sumber daya yang tersedia.
       Semakin besar berbagai metode yang digunakan, semakin besar pula kesempatan untuk memperoleh gambaran yang lengkap dari program pendidikan yg sedang dievaluasi.
       hasil evaluasi tidak hanya memberikan alternatif program yang lebih baik tetapi juga harus memberikan standar kinerja untuk instruksi tersebut.
Contoh evaluasi
       Sebuah Studi pengukuran Sikap sikap siswa berkaitan dengan isi kursus, materi pembelajaran, metode pengajaran, dan organisasi.
       Siswa diminta untuk menyelesaikan kuesioner,  setelah sesi pelatihan.
       Dengan cara ini siswa dimungkinkan untuk membandingkan pengamatan mereka dengan harapan mereka.
       Evaluasi ini diarahkan pada proses pendidikan dan memanfaatkan pendekatan psikometri.
       Evaluasi ini dari jenis formatif.
       Evaluasi dengan pengukuran pencapaian kinerja.
       dilakukan setelah setiap selesai sesi pelatihan.
       dengan cara memeriksa daftar referensi masing-masing siswa ketika mengerjakan soal.
       Akan terlihat apakah siswa mampu melakukan pencarian literatur praktis.
       Program orientasi perpustakaan.
       Dengan cara observasi tentang bagaimana siswa melakukan serangkaian tugas.
       Pengamatan pada cara di mana tugas-tugas yang dilakukan, waktu yang dibutuhkan, dan diskusi dengan siswa tentang masalah mereka dalam orientasi.
       Evaluasi ini memberikan info u/ modifikasi akhirnya program orientasi.
       Kombinasi metode psikometri dan observasi langsung dan wawancara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar