Pendidikan pemakai
Pengertian
• Hugh
Flemming
– berbagai
jenis program tentang pengarahan, pendidikan, dan eksplorasi yang disediakan
perpustakaan kepada pengguna untuk menjadikan mereka lebih efektif, efisien,
dan mandiri dalam penggunaan sumber-seumber informasi serta pemberdayaannya dan
pelayanan informasi yang telah disediakan oleh perpustakaan untuk diakses oleh
para pengguna.
• Akhmad
Maskuri
– suatu
proses di mana pemakai perpustakaan pertama-tama disadarkan oleh luasnya dan
jumlah sumber-sumber perpustakaan, jasa layanan, dan sumber informasi yang
tersedia bagi pemakai, dan kedua diajarkan bagaimana menggunakan sumber
perpustakaan, jasa layanan, dan sumber informasi tersebut yang tujuannya untuk
mengenalkan keberadaan perpustakaan, menjelaskan mekanisme penelusuran
informasi serta mengajarkan pemakai bagaimana mengeksploitasi sumber daya yang
tersedia
Perlukah pendidikan pemakai?
• James Rice
– Banyak pemakai yg mencari info
sangat tdk efektif n efisien.
– Kemampuan untuk menemukan info sama
pentingnya dgn info itu sendiri.
– Siswa yg diberi ketrampilan
mnggunakan perpust dtingkat sekolah maka mrk akan lbh berhasil dtingkat PT
• Nancy Fjallbrant & Ian Malley
– Pend pemakai penting u/ mberi bekal
pend seumur hidup, mpersiapkan siswa dlm mlanjutkan pendidikan formal
– Ledakan info membuat org stress krn
tdk diimbangi dgn kemampuan u/ terus belajar
– Mendorong siswa u/ berfikir logis,
kreatif, kritis dlm disipin ilmunya.
– Pertumbuhan program interdisipliner
SEJARAH PENDIDIKAN
PEMAKAI
Instruction Lectures
• Th 1820 ada ceramah pustakawan kpd
mhs di Hardvard university.
• Mengajarkan perpustakaan u/ tujuan
akademik -àinstruction
lectures
• Akhir tahun 1800 diadakan kursus
terpisah o/ Ray
Davis di University of Michigan,
Azarya Root pada
Oberlin College.
• Mengajarkan pengajaran penggunaan
bahan untuk penelitian.
• Bbrp tahun kmdn 17 lembaga
mengabdosi 2 sistem ini.
• Tahun 1900, 6 lembaga tdk lg
mnjalankan program ini.
• Tahun 1903, 3 lembaga tdk lg
menjalankan program ini.
• Program ini tdk berjalan lama -+ 15
th, penyebabnya a/ perubahan sosial dan perkembangan teknologi u/ pendidikan
(blm ada literatur yg mnceritakan scr detail).
Library Instruction
• Awal th 1900 o/ William Warner dan
William Frederick Poole.
• Mrk ingin mhs mandiri shg
memperjelas fungsi dr perpustakaan universitas.
• Mengajarkan keterampilan dasar untuk
mahasiswa tahun pertamaà ke instruksi dalam prosedur akses.
• Dangkalnya materi menjadikan program
ini bny mendptkan kritik di akhir tahun 1920.
• Jesse Shera menyarankan pustakawan
tdk hny mengajarkan materi di kelas.
• Patricia Knapp memperkenalkan
konsep, berkembang di 1960-an dan 1970-an terfokus pada keterampilan akses dan
alat-alat bibliografi.
• 1973 didirikan library orientation
exchange.
• Konferensi pertama di Eastern
Michigan pada th 1973
dan telah diselenggarakan setiap tahun seluruh Amerika Serikat.
• Th 1973, lembaga ini memberikan dana
hibah kpd 36 lembaga u/ mengeksplorasi cara-cara inovatif untuk meningkatkan
peran perpustakaan dalam proses pendidikan.
• Bergeser dari keterampilan mengajar
ke applying consep.
• Konsep ini bny dianut dan terus di
eksplorasi.
• Eks. pendekatan strategi pencarian àmenyediakan konseptual kerangka
kerja untuk mengajar metopen kpd mahasiswa.
• Bentuk seperti pengaturan
kelas formal, sesi kelompok kecil, satu-satu pertemuan, panduan tertulis dan
brosur, presentasi audiovisual, dan komputer-dibantu instruksi
• Perlu kebijakan2 dlm pelaksanaannya.
• Ex. Kapan dilaksanakan, siapa yg
menerima, bentuk, dll.
Relevansinya dgn literasi informasi?
• Literasi info: adalah
kemampuan u/ mengidentifikasi:
– informasi apa yang dibutuhkan,
– memahami
bagaimana informasi yang terorganisir,
– mengidentifikasi
sumber-sumber informasi terbaik untuk kebutuhan tertentu,
– mencari
sumber-sumber,
– mengevaluasi
sumber-sumber kritis, dan berbagi informasi.
• Materi Library Instruction menjadi
berfariasi.
• Bentuk, metode menjadi berfariasi.
TUJUAN PENDIDIKAN
PEMAKAI
Pendahuluan
• u/ membuat rencana pendidikan
pemakai perlu ditentukan tujuan utama dan tujuan khusus, materi, waktu, metode,
dan media yg digunakan.
• Tujuannya biasanya msh umum:
– memotivasi
pengguna potensial u/
menggunakan perpustakaan
– Membangkitkan minat terhadap
penelitian
– mempromosikan
membaca sebagai suatu kegiatan
– mendukung
kurikulum suatu lembaga
– meningkatkan
citra perpustakaan dan pustakawan
– Dll.
• Tujuan/sasaran dpt dibagi menjadi 3:
kognitif, affektif, dan psikomotorik.
• Dalam
pendidikan pengguna perpustakaan, tujuan dapat ditemukan terutama di ranah
kognitif dan afektif.
KOGNITIF
• Ketrampilan informasi/intelektual
• Tujuannya:
– pengetahuan/pemahaman fakta/konsep
– Penerapan fakta/konsep dlm situasi
yg baru
– Analisis situasi, sintesis model
baru,
– Evaluasi fakta ide
• Contoh:
– Siswa
menggunakan OPAC untuk menentukan apakah sebuah buku dimiliki oleh
perpustakaan.
– Mahasiswa
mampu menjelaskan
strategi pencarian yang potensial untuk menjawab pertanyaan tertentu.
– Siswa
mampu mengevaluasi
kelayakan seperangkat sumber-sumber referensi suatu topik
Affektif
• Inspirasi/sikap
• Tujuannya:
– Kesadaran sederhana dari suatu
masalah
– Kesediaan untuk mematuhi permintaan
– Analisis dan pembentukan sistem
nilai pribadi yg berkaitan dgn suatu masalah
• Contoh
– Siswa
mematuhi aturan arsip pada perawatan material.
– Siswa
menggunakan strategi pencarian yang efisien setiap kali meneliti topik
– Siswa
mengidentifikasi pustakawan sebagai sumber kemungkinan bantuan informasi
Psikomotor
• Ketrampilan fisik
• Tujuannya:
– Berhubungan dgn lingkungan
• Contoh:
– Mahasiswa dpt mengoperasikan
peralatan di perpustakaan
PERENCANAAN PENDIDIKAN
PEMAKAI
Tahapan-tahapan
1.
Menentukan tujuan
2. Profil
user
3. Memilih
sumber daya
4.
Mengembangkan strategi dan teknik
5.
Pelaksanaan pengajaran
6. evaluasi
7. Feed
back
Tujuan
• Setiap program pendidikan pemakai
hrs menetapkan tujuannya lebih dahulu.
• Diidentifikasi dan disetujui oleh
semua pustakawan yg tergabung dlm tim pend pemakai.
• Tujuan hrs mewakili apa yg kita
harapkan dari pelaksanaan pend pemakai.
• Tujuan dibagi 3: tujuan kognitif,
affektif, n psikomotorik.
• Agar tujuan tersebut dpt diukur maka
perlu dibuat kriteria. Ex. Sbrp persen materi dpt diterima, kegiatan2 yg hrs
diselesaikan o/ user.
Profil User
• Ketrampilan apa yg dimilki user.
• Jgn smp kita memberikan sesuatu yg
mrk sdh tahu krn kita akan diperhatikan/diremehkan.
• Cari tahu apa yg dibutuhkan user
• Bs dgn serangkaian pertanyaan sblm
melakukan program pendidikan pemakai.
• Diharapkan memakai sistem yg bagus
shg kita tahu apa yg mrk perlukan dan apa yg g mrk perlukan.
Memilih sumber daya
• Bahan-bahan apa yg dibutuhkan?
• Siapkan bahan yg dibutuhkan.
• Memilih persedian bahan yg memadai.
Mengembangkan strategi dan teknik
• u/ bs mengembangkan strategi dan
teknik ini diperlukan pengumpulan informasi.
• Dimana kegiatan akan berlangsung?
• Waktu kapan yg tepat?
• Tekniknya?
– Ceramah, brosur, video,
pendampingan, pemecahan masalah, latihan.
Pelaksanaan pengajaran
• Pelaksanaan pengajaran mrpkn teknik
penyampaian materi sesuai dgn penetapan tujuan.
• Jk tujuannya lbh besar pd perilaku
maka pengajaran lbh menekanka pd ketrampilan drpd pemahaman konseptual. Lbh bny
memberikan contoh, cara akses, memanfaatkan perpus.
• Gunakan cara yg paling nyaman.
• Buat skenario (urutan kejadian)
• Gunakan gaya sendiri.
Evaluasi
• Peserta
– Penilaian user
– Refleksi
– Praktik
• Program
– Feedback
– Refleksi
– kuesioner
Feedback
• Setiap program pend pemakai hrs pny
prosedur revisi.
• Proses evaluasi menghasilkan info
kualitas program. àapakah tujuan tercapai?
• Jk tujuan tdk tercapai mk perlu
mengubah tujuan pend pemakai, program pend pemakai (dimulai lg dr perencanaan)
MODEL PENDIDIKAN
PEMAKAI
Library Orientation
• Tujuannya a/ mengenalkan pengguna akan
keberadaan perpustakaan dan layanan apa saja yang tersedia di perpustakaan.
• penjabarannya:
– Mengetahui fasilitas yang tersedia di
perpustakaan
– Mengetahui
kewajiban yang harus dipenuhi
– Mengetahui tata letak gedung, ruang
koleksi serta layanan yang tersedia.
– Mengerti tata cara menggunakan catalog,
computer dan media teknologi lain.
– Mampu memanfaatkan perpustakaan
secara maksimal dengan efektif dan efisien.
– Mampu menemukan koleksi yang
dibutuhkan dengan cepat dan tepat.
– Dapat menggunakan sumber-sumber
penelusuran referensi, baik secara tradisional maupun media elektronik yang
ada.
– Termotivasi
senang belajar di perpustakaan.
Masalah dlm library orientasi
• Pustakawan yg dpt melakukan
presentasi àkurang
sdm, kualitas sdm
• Kemampuan mengajar (memadu
kehangatan, kemampuan, pengetahuan)
• Standarisasi content
• Penanganan kel besar tanpa mngganggu
layanan
• Mnghadapi audiens yg bermacam2, ex
melawan, apatis, cemas, gangguan.
Solusi
• Komunikasi yg frendly dan informal
• Berbicara berlahan dan sensitif thd
audiensàbingung,
g mmperhatikan, dll.
• Ketika mbahas materi2 ttt usahakan
mbawa alat peraga (buku, kartu, dll).
• Dilakuka praktek
• Membuat tour yg singkat tp padat
Library instruction
• pemakai
dapat memperoleh informasi yg diperlukan dengan tujuan tertentu dgn menggunakan semua sumber
daya dan bahan yang tersedia di perpustakaan.
• Penjabarannya:
– Mampu memanfaatkan perpustakaan
secara efektif dan efisien
– Mempunyai rasa percaya diri yang
tinggi dalam penemuan informasi yang mereka butuhkan
– Mampu menelusur informasi melalui
sarana-sarana penelusuran informasi yang ada
– Memahami
penelusuran bibliografi baik secara manual (catalog) maupun dengan media
teknologi (computer, CD ROM dsb)
• Biasanya berkaitan dgn temu kembali
informasi
• Bs diajarkan o/ pustakawan, dosen dr
fakultas atau gabungan dr keduanya.
• Biasanya dilakukan dlm bentuk
diskusi, demonstrasiàberpusat pd pengajar.
• Dapat dilakukan di perpustakaan,
kelas, atau keduanya.
Bibliografi instruction
• proses mengajar tingkat yang lebih
canggih dan maju dari pencarian literatur.
• Tdk hanya mengajarkan penggunaan
alat-alat, ia mencoba untuk memberikan pendekatan yang komprehensif untuk
metodologi penelitian melalui perpustakaan.
• Pengguna pny peran dalam bibliografi
intruction
• Memerlukan waktu yg lama.
Program yg
komprehensif akan mncakup:
• Pengenalan perpus (staff, denah)
• Pengetahuan ttng sumber daya
perpustakaan dan layanan.
• Penggunaan sumber daya referensi
• Strategi pencarian info
• Penggunaan info trmasuk mmutuskan
info yg relevan, mnyusun daftar pustaka, hak cipta, dll.
STRATEGI DAN TEKNIK
PENDIDIKAN PEMAKAI
Orientasi Perpustakaan
• Kesalahan yg seringà presentasi d kelas tdk bs dgunakan
sbg satu2nya cara.
• Tdk akan berhasil hny dgn rekaman
video, slide, atau perangkat lain yg disajikan jauh dr perpus.
• Kenapa?
• Kemungkinan user gagal dlm praktek
• User merasa tdk nyaman ketika
menggunakan perpus scr nyata
• Pengalaman/mengalami langsung sangat
diperlukan dlm orientasi.
• Shg dperlukan paling tdk 2 strategi.
• Sesi pertama bs dlakukan dng
pemutaran film, pertunjukan, video, ato presentasi.
• Sesi kedua dgn tour
• Kelas dpecah menjadi kelompok kecil
• Kelompok tdk boleh lbh dr 15 org
• Semakin kecil jmh org dlm kelompok
smakin baik.
• Tujuannya memperkenalkan perpus scr
nyata
• Tour dibuat ramah, informal,
• Tour dbuat dialog/bny pertanyaan
Instruksi Perpustakaan
• Cara yg sering dgunakan a/
presentasi, diskusi, demonstrasi.
• Model ini akan efektif jika disertai
dgn praktek penggunaannya.
• Ex memberi sesi latihan setelah
presentasi.
– Berisi daftar pertanyaan yg hrs djwb
dgn mnggunakan bahan d perpus
– User mendiskusikan pengalamannya dlm
mnyelesaikan tugas tsb.
• Dlm model ini kelas dbuat sekecil
mngkn (tdk lebih dr 15 org), shg:
– User konsentrasi dan serius
– Fasilitator bs paham kebutuhan user
Cara penggunaan alat/fasilitas
• Memberikan insruksi cara penggunaan
alat/fasilitas yg ada d perpus
• Keuntungan:
– Membuat user nyaman krn sesuai dgn
kebutuhannya
– User
fokus hny pd satu kegiatan
– Menampung aspirasi user yg enggan
bertanya ttng cara mnggunakan alat ttt.
– Materinya mudah
Belajar Paket
• Subjek ditentukan dgn mmantau
pertanyaan2 yg sering dilontarkan dlm kurun 2 th trakhir.
• Setiap paket mnyediakan tujuan,
kegiatan, latihan, evaluasi.
Instruksi Bibliografi
• Berkonsentrasi pd subjek ttt.
• Semua strategi yg sdh dsampaikan
sblmnya dpertimbngkan sbg alternatif pengembangan instruksi bibliografis.
• Fasilitator bs dr pustakawan,
dosen/guru atau gabungan.
• Bs dgn menggunakan proyek tugas
akhir pesertaàmbuat
pathfinders, shg siswa pny cecklist u/ TA.
• Konsultasi Penelitianàanalisa subjek, gaya bibliografi,
dll.
• Bekerja d perpus utamanya d bagian
referensi shg mrk bs praktek lngsung.
• Tujuan utama dr instruksi
bibliografis a/ user bs sepenuhnya mandiri dlm mnggunakan setiap perpus.
Secara UMUM TEKNIK
PENYAMPAIAN MATERI
• Handout
• Buku panduan
• AV
• Film
• Brosur
• Pathfinders
• Dll.
MATERI PENDIDIKAN
PEMAKAI
PERLU DIINGAT
• Kita tdk mngajarkan ilmu perpus kpd
user!!!
(shg
materinya sesuai dgn kbutuhan user sj)
• Setiap judul, istilah perlu diteliti
nilai/makna bg user.
(mngkn mrk
masih bingung dgn istilah biografi dan bibliografi– majalah dan jurnal)
Saran dalam pembuatan materi
• Buatlah sesingkat mungkin
• Buatlah sejelas mungkin
• Buatlah sekreatif mungkin
• Buatlah sesederhana mungkin (step by
step)
Langkah membuat rekaman
• Buat script berdasarkan tujuan
• Ada tim yg mengevaluasi script
(dsarankan mrk bertindak sbg user)
• Singkat (hindari hal2 yg g perlu)
• Siapkan bahan2 yg akan dgunakan dlm
tour (tdk mbuat script yg pny akses bahan yg sedikit)
• Tambahkan musik, model yg cantik,
dll (dbuat agar nyaman bkn malah mengganggu)
• Video u/ pendidikan pemakai jgn
lebih dr 30 menit. (selain agar tdk bosan sekaligus krn alasan dgabungkan dgn
presentasi)
• Materi tdk hrs formal bs dgn
cerita....
Pamflet
• Dirancang u/ memberi petunjuk
praktis, shg isinya, ex:
– Bgm cara menemukan koleksi
– Jenis koleksi
– Kebijakan perpust, dll
– Pamflet ini bs disandingkan dgn
presentasi dlm bentuk slide/ppt.
Presentasi
• Buatlah subjek yg membuat user
antusias u/ mngikutinya
• Buatlah singkat (lbh dari 1 jam
biasanya membosankan)
• Berikan contoh-contoh
• Tunjukkan karakteristik yg menarik,
kelemahan dari alat2
• Lakukan demontrasi
• Buatlah dialog (dgn pertanyaan dr
kedua belah pihak)
EVALUASI PENDIDIKAN PEMAKAI
• Evaluasi u/ pengumpulan info ttng
dampak pendidikan pemakai di perpustakaan.
• Evaluasi u/ mngetahui apakah
pendidikan pemakai mengakibatkan
peningkatan, penggunaan yang lebih efisien bg perpustakaan?
• Tujuan evaluasi a/ mengumpulkan n menganalisis info u/ pengambilan keputusan rasional.
Keputusan apa?
• Apakah akan melanjutkan atau
menghentikan program studi tertentu.
• Modifikasi yang diperlukan
untuk program yang ada.
• Penggunaan berbagai metode
mengajar untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
• Adopsi inovasi
Evaluasi Psikometri
• Berkembang dari disiplin
psikologi
• Periode akhir XIX dan awal XX.
• Periode
ini melihat perkembangan fenomena test, puncaknya pd periode 1920-1930.
• Pengukuran kepribadian, sikap, dan
keyakinan, dan prestasi akademik.
• Menganggap tes menyediakan
informasi obyektif yg
dpt digunakan dlm menilai efisiensi program pendidikan
• Contoh tes IQ, tes kepribadian
• Pra-tes
dan pasca-tes yang diberikan kepada kelompok.
• Ada standard u/ mncocokkan hasil
test
• Hasil pra dan pasca-tes dicocokkan
dgn standar.
• Membandingkan hasil pra dan
pasca-test
Evaluasi Sosiologis
• Dikembangkan dari disiplin
sosiologi industri.
• Metode
ini digunakan dlm studi
perubahan dalam struktur organisasi atau peran dari para peserta dalam program
pendidikan
• u/ mngetahui apakah program ini
berjalan dengan baik atau tdk?
• Jenis
evaluasi ini memanfaatkan suatu wawancara kuesioner.
• Perhatian
difokuskan pada perubahan organisasi, bukan pada perbandingan dengan kelompok
kontrol.
Evaluasi responsif
• Menekankan observasi
partisipan dan wawancara sebagai sarana untuk memperoleh info.
• Tidak dibatasi oleh perumusan tujuan awal, namun memungkinkan
untuk ekspresi hasil yang tidak diharapkan
• Kuesioner
dan nilai prestasi dapat digunakan, tetapi mereka jarang diberi prioritas
tinggi.
Pelaksanaan Evaluasi
• Evaluasi formatif: dilakukan selama pengembangan
program studi berlangsung shg memberikan
info yg dpt digunakan untuk memodifikasi proses
pendidikan.
• Evaluasi
sumatif: berkaitan
dengan evaluasi program pendidikan sebagai produk akhir.
• Evaluasi sumatif dpt digunakan u/ memberikan info tentang
nilai keseluruhan dari program tertentu, untuk membantu mengambil keputusan apakah program dilanjutkan/tdk.
• Bagian-bagian
tertentu dari informasi ini dapat dikumpulkan melalui tes, tetapi informasi
lainnya harus dikumpulkan melalui observasi.
Kesimpulan
• Pengamatan
rinci dan diskusi memberikan informasi yg bny tetapi memakan waktu dan biaya.
• Metode evaluasi yg dipilih tergantung pada
tujuan penelitian dan sumber daya yang tersedia.
• Semakin besar berbagai metode
yang digunakan, semakin besar pula kesempatan untuk memperoleh gambaran yang
lengkap dari program
pendidikan yg sedang
dievaluasi.
• hasil
evaluasi tidak hanya memberikan
alternatif program yang lebih baik tetapi juga harus memberikan standar
kinerja untuk instruksi tersebut.
Contoh evaluasi
• Sebuah
Studi pengukuran Sikap sikap siswa berkaitan dengan isi kursus, materi
pembelajaran, metode pengajaran, dan organisasi.
• Siswa
diminta untuk menyelesaikan
kuesioner, setelah sesi pelatihan.
• Dengan
cara ini siswa dimungkinkan untuk membandingkan pengamatan mereka dengan
harapan mereka.
• Evaluasi
ini diarahkan pada proses pendidikan dan memanfaatkan pendekatan psikometri.
• Evaluasi
ini dari jenis
formatif.
• Evaluasi
dengan pengukuran pencapaian kinerja.
• dilakukan
setelah setiap selesai sesi
pelatihan.
• dengan
cara memeriksa daftar
referensi masing-masing siswa ketika mengerjakan soal.
• Akan terlihat apakah siswa
mampu melakukan pencarian literatur praktis.
• Program orientasi perpustakaan.
• Dengan cara observasi tentang
bagaimana siswa melakukan serangkaian tugas.
• Pengamatan
pada cara di mana tugas-tugas yang dilakukan, waktu yang dibutuhkan, dan
diskusi dengan siswa tentang masalah mereka dalam orientasi.
• Evaluasi ini memberikan info
u/ modifikasi akhirnya
program orientasi.
• Kombinasi
metode psikometri dan observasi langsung dan wawancara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar